Pemkot Ambon Mulai Bangun Rumah Warga Korban Konflik di Hunuth

Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena-dok instagram @bodewinwattimena-
DISWAY.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai melaksanakan pembangunan kembali rumah warga yang menjadi korban kebakaran di kawasan Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku.
Pekerjaan ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua bulan, sebagai wujud nyata perhatian pemerintah kepada masyarakatnya.
“Upaya ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap warganya sekaligus bagian dari refleksi pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon,” ujar Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena di Ambon, Rabu.
Program pemulihan ini dilaksanakan melalui Karya Bakti TNI, hasil sinergi Pemkot Ambon bersama TNI dan Polri. Selain itu, warga setempat juga turut dilibatkan agar proses pembangunan bisa lebih cepat dan efisien.
"Material sudah siap, tinggal dibangun saja. Kita sementara berkoordinasi. Target kita, dalam dua bulan semua rumah yang terbakar sudah selesai dibangun,” jelasnya.
Bodewin menambahkan, pembangunan sebenarnya sudah dijadwalkan dimulai pada Senin 25 Agustus 2025, namun diundur karena menunggu pelaksanaan karya bakti TNI secara serentak.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemkot Ambon juga menekankan pentingnya pencegahan konflik untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan lewat para kepala desa, raja, dan lurah agar warga tidak mudah terprovokasi serta menjauhi tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Hari ini, media sosial menjadi sesuatu yang luar biasa pengaruhnya. Kami minta warga Ambon untuk berhati-hati, jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Berkomentarlah dengan bijak, jangan sampai menyinggung orang lain atau memicu konflik,” imbaunya.
Melalui kerja sama seluruh unsur Forkopimda serta keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah berharap kondisi Kota Ambon tetap kondusif, sehingga tercipta suasana aman dan nyaman bagi semua kalangan.
Diketahui, konflik yang memicu kebakaran tersebut terjadi pada Selasa 19 Agustsu 2025, setelah insiden perkelahian antar siswa SMK Negeri 3 Waiheru. Seorang siswa asal Negeri Hitu, A.P., meninggal dunia akibat ditikam orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa itu memancing amarah warga Hitu yang kemudian menyerang dan membakar rumah-rumah di Desa Hunuth. Akibatnya, 17 rumah hangus terbakar dan sekitar 779 jiwa atau 156 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sumber: