Selain itu, Bahlil juga menyinggung posisi Partai Golkar yang saat ini memiliki 102 kursi di DPR RI. Dan berharap, kekuatan politik tersebut dapat ditingkatkan, termasuk dengan memastikan Maluku memiliki keterwakilan dari Partai Golkar di parlemen pusat.
"Target kita Maluku ke depan, Pak Umar (Ketua DPD Golkar Maluku), harus ada satu perwakilan Golkar di sini (Maluku)," pintanya.
Bahlil bahkan mengaku, memiliki ikatan emosional dengan Maluku yang disebutnya sebagai tanah kelahirannya. Karena itu, Ia berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan kader Golkar di daerah tersebut.
"Karena saya lahir di bumi Raja-raja ini, maka saya akan turut terus secara totalitas untuk berjuang bersama kader Partai Golkar," tandasnya.
Bahlil berharap, seluruh kader dapat membangun kompetisi politik yang sehat dan bekerja bersama untuk memastikan Golkar memiliki keterwakilan di DPR RI dari Maluku pada Pemilu 2029.
Di tempat yang sama, Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Lessy, mengapresiasi kedatangan Ketum Golkar Bahlil Lahadalia ke Ambon.
Menurutnya, kehadiran Ketum bukan saja kehormatan, melainkan menjadi suntikan energi positif, peneguh semangat, sekaligus penanda bahwa Golkar Maluku tidak berjalan sendiri dalam ikhtiar untuk meraih kebangkitan.
"Dalam dua pemilu terakhir, di tahun 2019 dan tahun 2024, Partai Golkar Maluku belum berhasil mengirimkan wakilnya ke DPR RI. Hasil Pemilu 2024 yang lalu juga menempatkan Golkar Maluku di luar unsur pimpinan DPRD Provinsi Maluku," papar Lessy.
Ia menjelaskan, kepengurusan yang batin dilantik ini, dimaknai sebagai kepengurusan konsolidasi total dan kebangkitan Partai Golkar di Maluku. Dimana salah satu agenda strategis yaitu, mengembalikan Golkar sebagai kekuatan utama untuk merebut kembali posisi pimpinan DPRD Provinsi Maluku.
Bahwa kepemimpinan di parlemen bukan semata-mata tentang jabatan dan kedudukan, tapi tentang seberapa besar kemampuan DPD Golkar Maluku memperjuangkan kepentingan rakyat secara efektif, terarah, dan bermakna.
"Golkar Maluku harus hadir dengan agenda politik yang membumi, berpihak, dan menjawab kebutuhan rakyat. Kita harus mendukung pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mengambil peran strategis dalam memperjuangkan keadilan pembangunan bagi pulau-pulau kecil, memperkuat ekonomi maritim, dan memastikan kekayaan alam Maluku menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyat itu sendiri," imbuhnya.
Lessy menambahkan, konsolidasi partai tidak boleh berjalan setengah hati. Sehingga dirinya berkomitmen membangun konsolidasi yang terstruktur, sistematis, dan berjenjang, mulai dari DPD Provinsi, DPD Kabupaten/Kota, hingga tingkat desa/kelurahan.
"Tidak boleh ada struktur yang hanya hidup di atas kertas. Tidak boleh ada kader yang berjalan sendiri. Seluruh kekuatan partai harus bergerak dalam satu irama, satu komando perjuangan, dan satu tujuan politik yang terukur," seru Lessy.
"Dengan dukungan dan arahan Ketum Golkar, kami optimis Golkar Maluku akan bangkit merebut kembali kepemimpinan DPRD Provinsi Maluku dan mengembalikan kursi DPR RI sebagai saluran perjuangan aspirasi masyarakat dari negeri seribu pulau ini," pungkasnya.
Sekedar tahu, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia resmi melantik pengurus DPD I Golkar Maluku, berdasarkan Surat Keputusan Nomor : Skep-148/DPP/GOLKAR/I/2026, tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD Golkar Provinsi Maluku periode 2025-2030. (*)