Target Besar Golkar di Maluku, Ingin Rebut Kursi DPR RI ‎

Target Besar Golkar di Maluku, Ingin Rebut Kursi DPR RI  ‎

--

MALUKU.DISWAY.ID - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memasang target besar bagi pengurus DPD I Golkar Maluku periode 2025-2030 yang baru saja dilantik di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).

‎Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi RI tersebut ingin Partai Golkar Maluku  merebut kembali kursi DPR RI pada  Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 mendatang.

Terakhir, kursi Partai Golkar di DPR RI diisi oleh Edison Betaubun selama dua periode, yakni, periode  2009–2014 dan 2014–2019. Namun kursi tersebut lepas pada Pileg 2019 dan 2024 lalu. 

Untuk itu, Bahlil menginstruksikan seluruh pengurus melakukan konsolidasi hingga akar rumput, untuk meningkatkan prolehan kursi legislatif, yang salah satunya  merebut kembali kursi DPR RI Pileg  mendatang. ‎

Untuk itu, pengurus di semua tingkatan diminta tidak sekadar menjalankan roda organisasi, melainkan turut membangun kekuatan politik untuk menghadapi kontestasi Pemilu 2029.

‎‎"Target kita ke depan, yang pertama adalah kita harus menaikkan kursi. Dan untuk menaikkan kursi itu harus ada konsolidasi. Tidak ada sebuah partai yang survive di dunia ini yang ingin mencapai target tanpa konsolidasi. Konsolidasi adalah kata kunci untuk mencapai tujuan," terang Bahlil.‎

‎Dia mengungkapkan, konsolidasi kepengurusan Partai Golkar saat ini telah berjalan di seluruh provinsi di Indonesia. Dari 38 provinsi, seluruhnya telah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda).

‎‎Sementara untuk tingkat kabupaten/kota, sambungnya, konsolidasi telah mencapai sekitar 90 persen dari total 514 kabupaten/kota. Adapun konsolidasi tingkat kecamatan telah mencapai sekitar 60 persen.‎

‎Menurutnya, proses konsolidasi tersebut akan terus dilanjutkan hingga tingkat desa, dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

‎‎"Target kita di tahun 2026 Desember sudah harus selesai untuk semua konsolidasi," pesannya. ‎

‎Bahlil juga menekankan pentingnya menjaga tradisi demokrasi dalam tubuh Partai Golkar. Pelaksanaan Musda di daerah harus menjadi ruang demokrasi bagi kader, bukan sekadar proses administratif untuk menetapkan kepengurusan dari pusat.

‎‎"Golkar harus menjaga tradisi demokrasi, mengembalikan marwah partai di tingkat daerah," tandasnya.‎

‎Selain konsolidasi kelembagaan, Bahlil juga meminta DPD Golkar  Maluku memperkuat basis pemilih muda. Dimana kelompok pemilih berusia 17 hingga 50 tahun, diperkirakan mencapai 72 persen dari total pemilih pada Pemilu  mendatang. 

‎‎Karena itu, Dia mengingatkan seluruh kader agar mampu membaca perkembangan zaman dan menyesuaikan strategi politik dengan perubahan demografi pemilih.‎

Sumber: