PASI Maluku Ingin Kembalikan Kejayaan Atletik
--
MALUKU.DISWAY.ID - Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Maluku, Levinus Kariuw, berkomitmen untuk membangkitkan Kembali kejayaan cabang olahraga atletik di Maluku.
Komitmen itu disampaikan Levinus pada pelantikan Pengurus Provinsi PASI Maluku, yang digelar di Pacific Hotel, Kota Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Levinus akan melakukan penguatan organisasi, pembinaan atlet secara berkelanjutan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan olahraga.
Dia mengungkapkan, sejak dipercayakan memimpin PASI Maluku pada Agustus 2026 lalu, sejumlah program strategis telah dilakukan. Diantaranya, mempersiapkan atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior.
"Meski baru terbentuk melalui Musyawarah Provinsi (Musprov), kepengurusan PASI Maluku langsung menunjukkan keseriusannya dengan mengirimkan empat atlet untuk berlaga pada Kejurnas Junior tersebut," ujarnya.
Hasilnya, kontingen Maluku mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih dua medali emas.
“Hasilnya sangat membanggakan, karena kita berhasil meraih dua medali emas. Atlet-atlet yang telah mengharumkan nama Maluku tersebut juga hadir bersama kita pada kesempatan ini,” ujar Levinus.
Keberhasilan itu, menurutnya, menjadi modal penting sekaligus motivasi bagi PASI Maluku untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
Saat ini, PASI Maluku tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi Kejurnas Senior, yang akan berlangsung di Jakarta pada 22 November 2026.
Namun keterbatasan anggaran dan sumber daya masih menjadi kendala. Kondisi tersebut, kata Levinus, menyebabkan persiapan atlet maupun keikutsertaan dalam sejumlah nomor pertandingan harus disesuaikan dengan kapasitas organisasi.
Ia menegaskan, pembinaan atlet tidak boleh dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang terencana, konsisten, dan berkesinambungan.
PASI Maluku, lanjutnya, berupaya memperluas pembinaan agar ke depan atlet daerah dapat bersaing pada berbagai nomor, seperti lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, hingga nomor estafet.
Levinus juga menyoroti tantangan yang dihadapi cabang olahraga atletik di Maluku. Sebagai mother of sports atau induk olahraga, atletik seharusnya menjadi salah satu cabang unggulan yang mampu menyumbangkan prestasi bagi daerah.
Sayangnya, dukungan anggaran dan sponsor yang masih minim turut memengaruhi perkembangan cabang olahraga tersebut. Bahkan, prestasi atletik Maluku dinilai mengalami kemerosotan dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber: