Usai Pertemuan di Istana Negara, Rektor Unidar Bawa Pesan Penting Presiden Prabowo

Usai Pertemuan di Istana Negara, Rektor Unidar Bawa Pesan Penting Presiden Prabowo

Rektor Unidar Ambon, Dr. syawal Zakaria, SE., ME foto bersama para Rektor di depan Gedung Istana Merdeka, Jakarta, usai hadiri pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto, Kamis (15/1/2026)--

DISWAYMALUKU.ID – Rektor Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Dr. Syawal Zakaria, membawa pesan Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk ditindaklanjuti civitas akademika Unidar Ambon, usai menghadiri pertemuan di Istana Negara, Jakarta, yang diikuti 1.200 rektor dan professor se-Indonesia, 15 Januari 2026.

Pertemuan yang dikemas dalam bentuk taklimat dan dialog itu, menjadi ajang refleksi kritis atas posisi Indonesia di tengah guncangan global.

Zakaria melalui rilisnya yang diterima media ini, Jumat (16/01/2026), menyampaikan, amanat presiden terkait membangun bangsa ini dengan hati.

Pada pertemuan itu juga, sebut Zakaria, Presiden Prabowo memaparkan analisis mengenai perkembangan global saat ini, dengan menyoroti berbagai ketidakpastian dan tantangan besar yang muncul sebagai dampak dari sistem neoliberalisme dunia.

“Presiden menegaskan bahwa di tengah arus tersebut, Indonesia harus memperkuat kemandirian dan identitas nasionalnya,” terangnya.

Untuk itu, katanya, Presiden berharap agar para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi sebagai pemegang otoritas intelektual, bisa berdiri bersama pemerintah dan membentengi dan membangun bangsa dari pengaruh-pengaruh global yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat.

Poin paling menyentuh dalam dialog itu, sambungnya, ketika Presiden Prabowo berbicara tentang moralitas kaum intelektual, yang menekankan bahwa ilmu pengetahuan yang tinggi tanpa integritas hanya akan membawa kerusakan.

"Membangun bangsa ini tidak cukup hanya dengan otak yang cerdas, tapi sangat membutuhkan orang yang memiliki hati. Gunakan kepintaran kalian untuk membangun bangsa, bukan untuk hal-hal yang tidak baik. Itulah pesan Pak Presiden dihadapan para akademisi," tegasnya.

Dikatakan, Presiden Prabowo menitipkan pesan khusus bagi para guru agar menjadi teladan sebagai orang pintar, yang membangun negara dengan hati. Bukan sebaliknya, menggunakan kepintaran untuk kepentingan yang merugikan negara.

Zakaria menegaskan, siap berkomitmen untuk membawa semangat “Pendidikan Berbasis Hati” ke kampusnya, menindaklanjuti pesan Presiden Prabowo.

"Apa yang disampaikan Bapak Presiden sangat menyentuh substansi pendidikan di Unidar. Kami berkomitmen bahwa di Universitas Darussalam kami, tidak hanya mencetak sarjana yang pintar secara akademik, tetapi manusia yang memiliki empati dan pengabdian tulus kepada masyarakat. Kami akan memastikan ilmu pengetahuan di kampus kami digunakan sepenuhnya untuk kemaslahatan Maluku dan Indonesia," tegas Zakaria.

Dirinya juga siap menindaklanjuti pesan Presiden Prabowo, untuk menginstruksikan penguatan pendidikan karakter dan etika profesi di seluruh fakultas.

“Ini bertujuan agar lulusan Unidar Ambon mampu menjawab tantangan global neoliberalisme dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan, sesuai arahan Pak Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.

Sumber: