Ambon Bersiap Jadi Kota Modern, Teluk Ambon dan Pasar Mardika Ditata Ulang

Pasar Mardika Kota Ambon-Dok Tangkapan layar Youtube BLACKPACKER TV-
DISWAY.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, tengah melakukan penataan kawasan pesisir Teluk Ambon serta Pasar Mardika. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan wajah kota yang lebih modern, tertata, dan berdaya saing.
“Pemkot Ambon ingin supaya kawasan Teluk Ambon ditata sedemikian rupa sehingga bisa menjadi lambang kemajuan kota. Penataan ini tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menjadi pusat pengembangan wilayah pesisir,” ujar Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Kamis 29 Agustus 2025.
Pernyataan itu ia sampaikan ketika membuka Lokakarya Integrated City Planning (ICP) yang berlangsung di Ambon. Ia menekankan bahwa penataan pesisir dan pasar masuk dalam perencanaan pembangunan terpadu yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon 2025–2029.
Bodewin menambahkan, Teluk Ambon akan menjadi fokus utama dalam upaya penataan. Pemerintah menargetkan kawasan pesisir tidak hanya tampil indah, tetapi juga berkembang sebagai pusat aktivitas dan pengembangan wilayah pesisir.
Ambon sebagai kota di pulau kecil dengan keterbatasan ruang, dihadapkan pada arus urbanisasi yang kian meningkat serta tekanan lingkungan. Kondisi ini, menurutnya, harus dijawab melalui perencanaan yang sistematis dan melibatkan banyak pihak.
Selain menata pesisir, Pemkot juga menaruh perhatian pada Pasar Mardika. Penataan dilakukan lewat pembangunan Pasar Papalele dan pusat kuliner di tepi pantai.
Program ini berjalan bersamaan dengan rencana pembangunan jalan lingkar Teluk Ambon. Kedua proyek tersebut dirancang saling mendukung dalam mendorong pengembangan kota.
“Penataan kawasan Pasar Mardika tidak mengganggu pembangunan jalan melingkar Teluk Ambon. Sebaliknya, ini justru terintegrasi untuk mendorong pengembangan kawasan secara menyeluruh,” jelasnya.
Ia juga menegaskan, momentum peringatan 450 tahun Kota Ambon pada 7 September 2025 menjadi titik penting untuk mempercepat transformasi pembangunan. Wali Kota mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi demi tercapainya visi pembangunan kota.
“Melihat sejarah kota ini, maka harus ada keharusan untuk menata Ambon menjadi lebih baik. Dari kampung kecil menjadi ibu kota provinsi, pusat pendidikan dan kesehatan, serta tujuan masyarakat dari berbagai wilayah,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang telah diberikan, khususnya dengan hadirnya Jembatan Merah Putih (JMP) yang membawa perubahan besar bagi wajah Ambon.
“Kami terus membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi. Membangun kota ini tidak bisa dilakukan sendiri. Jika semua bekerja bersama sebagai satu tim yang kompak, maka Ambon bisa maju bersama Maluku dan Indonesia,” ucapnya.
Dengan dukungan lintas sektor, Pemkot Ambon bertekad mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan, terintegrasi, dan mampu menjawab tantangan masa depan. *
Sumber: