DPRD Ambon Tinjau Distributor, Temukan Produk Tidak Sesuai Takaran
Komisi II DPRD Kota temukan produk mentega yang ditimbang tidak sesuai takaran, pada CV. Lima Dua Abadi, Rabu (25/2/2026)--
MALUKU.DISWAY.ID – Pastikan bahan pokok (bapok) mencukupi jelang hari-hari besar keagamaan, Komisi II DPRD Kota Ambon meninjau langsung sejumlah distributor dan swalayan. Naasnya, beberapa distributor justru kedapatan menjual beberapa produk tidak sesuai takaran.
Pantauan media ini, Rabu (25/2/2026), ada delapan distributor dan swalayan yang ditinjau langsung oleh Komisi II DPRD Kota Ambon, diantaranya PT. Indo Grosir, CV. Lima Satu Abadi, CV. Lima Dua Abadi, PT. Indojaya, PT. Murni Utama, Swalayan Planet, Swalayan Oasis Mart dan Swalayan Frish.
Namun beberapa distributor yang dikunjungi, Komisi II menemukan beberapa produk seperti gula dan mentega/margarin yang dipasarkan tidak sesuai dengan takaran, yakni pada Swalayan Oasis Mart dan CV. Lima Dua Abadi.
Dimana untuk produk gula dan margarin untuk ukuran 500 gram hingga 1 kg, hanya ditakar 450 gram dan 900 gram. Hal ini bahkan sudah berlangsung sejak lama, dan diduga sengaja diarahkan oleh pemilik perusahaan.
Temuan ini pun membuat para wakil rakyat naik pitam, dan langsung memberikan teguran keras kepada masing-masing supplier. Bahkan Komisi berencana untuk memanggil para pemilik perusahaan, agar bisa hadir pada rapat dengar pendapat (RDP) dalam waktu dekat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Body Wane Ruperd Mailuhu, mengatakan, Komisi II telah berkoordinasi dengan Disperindag agar para distributor nakal itu bisa melakukan tera atau pengujian alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP), guna memastikan akurasi dan legalitas terharap timbangan yang digunakan.
“Tadi memang ditemukan beberapa produk yang ketika ditimbang itu kurang dan langsung kita berikan teguran untuk diperbaiki distributor. Tapi tidak semua seperti itu. Parahnya saat ditemukan, ada supplier yang justru membiarkan, akhirnya kita tegur dan langsung diperbaiki,” ungkap Body, usai tinjauan.
Dijelaskan, tinjauan lapangan yang dilakukan Komisi II, untuk memastikan seluruh bahan pokok bisa mencukupi hingga akhir April 2026. Sebab, dalam waktu dekat umat Muslim sementara menjalankan ibadah puasa dan akan merayakan lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Begitupun dengan umat Kristiani yang akan memasuki hari Paskah dan Sidi baru.
“Jelang hari-hari besar keagamaan ini, tentunya bisa mempengaruhi ketersediaan bahan pokok hingga kenaikan harga, terkhusus di kota Ambon. Tapi dengan kunjungan Komisi tadi, ada beberapa yang kami terima dari penyampaian para distributor bahwa stok bahan pokok mencukupi. Seperti telur, itu masuk setiap 1 minggu. mengikuti rute pelayaran,” terangnya.
“Kita sudah berikan teguran keras bagi para distributor untuk diperbaiki dan ingatkan Disperindag untuk dilakukan tera, untuk digunakan standarisasi yang ada. Nanti kita akan rapat evaluasi dengan Disperindag dan para distributor soal hasil kunjungan Komisi. Kita juga akan koordinasi dengan dinas persampahan dan lingkungan hidup (DLHP), soal pemusnahan barang atau produk ekspayer,” tutup Body.
Sumber:
