Arus Penumpang Laut di Ambon Tembus 3.411 Orang pada H-6 Natal 2025
Kapal Pelni di Pelabuhan-Dok Pelindo-
DISIWAY.ID - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, Maluku mencatat pergerakan penumpang angkutan laut pada H-6 Natal 2025 mencapai 3.411 orang. Data tersebut dihimpun dari laporan posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kepala Bidang Lalu Lintas Laut KSOP Kelas I Ambon, Iyan Ashari, menyampaikan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi penumpang yang turun dan naik di Pelabuhan Ambon. Dari total tersebut, sebanyak 1.417 penumpang tercatat turun, sementara 1.994 penumpang lainnya naik, dengan tujuh kapal melakukan kunjungan pada hari yang sama.
“Pada H-6 Natal, tercatat tujuh kapal sandar di Pelabuhan Ambon dengan kapasitas angkut 3.137 penumpang dan tingkat keterisian atau load factor mencapai 63,56 persen,” kata Iyan Ashari di Ambon, Jumat.
Ia menguraikan, kapal-kapal yang melayani angkutan penumpang pada periode tersebut meliputi KM Sabuk Nusantara 105, KM Sabuk Nusantara 71, KM Sabuk Nusantara 83, KM Sabuk Nusantara 106, serta KM Cantika Lestari 5E, 8A, dan 9F. Adapun rute pelayaran utama melayani tujuan Namlea, Banda Neira, Buano, dan Amahai.
Berdasarkan data pergerakan penumpang, daerah asal perjalanan terbanyak pada awal masa Nataru 2025/2026 berasal dari Namlea, Banda, dan Buano. Sementara itu, tujuan perjalanan yang paling banyak dicatat adalah Buano, Namlea, dan Amahai.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Nataru 2024/2025, jumlah penumpang tahun ini menunjukkan peningkatan sebesar 22 persen, sedangkan dibandingkan Nataru 2023/2024 masih mengalami penurunan sekitar 11 persen,” ujarnya.
Selain peningkatan jumlah penumpang, kunjungan kapal pada H-6 Nataru 2025/2026 juga mengalami lonjakan. Dibandingkan periode Nataru 2024/2025, jumlah kunjungan kapal meningkat hingga 133 persen, sedangkan jika dibandingkan dengan Nataru 2023/2024 tercatat naik sekitar 17 persen.
Iyan menambahkan, KSOP Kelas I Ambon terus memperkuat pengawasan keselamatan pelayaran serta kualitas pelayanan penumpang selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Upaya tersebut dilakukan melalui pengoperasian posko terpadu dan koordinasi intensif dengan operator kapal serta instansi terkait.
“Kami memastikan seluruh kapal memenuhi persyaratan kelaiklautan, serta pelayanan kepada penumpang berjalan aman, tertib, dan lancar selama periode Nataru,” katanya.
Sumber:
