MALUKU.DISWAY.ID – Tidak memberikan dampak positif bagi daerah kurang lebih 10 tahun, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru resmi menghentikan Program Tol Laut yang selama ini dipusatkan di Dobo sebagai ibukota kabupaten. Hal tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, 10 Februari 2026 lalu.
“Kurang lebih sepuluh tahun program tol laut yang beroperasi di kabupaten kepulauan Aru, tidak memberikan dampak positif sebagaimana tujuan awal program tersebut,” terang bupati.
Menurutnya, masyarakat Aru pastinya dapat memberikan penilaian terhadap program tersebut. “Tujuan pemerintah mendatangi Tol Laut untuk harga barang pokok bisa diturunkan. Tetapi kenyataannya, di kota Dobo harga barang meningkat karena kuota terbatas dan waktu jarak tempuh yang terlalu lama,” paparnya.
“Jadi tidak berdampak positif malah berdampak negatif. Kenapa? Karena dengan Tol Laut harga subsidi dari pemerintah kapal reguler tidak lagi beroperasi di kabupaten kepulauan Aru,” tambah Kaidel.
Dengan tol au tyang memonopoli, lanjut Kaidel, jika dalam waktu satu bulan hanya tiba sekali di kabupaten kepulauan Aru, maka terjadi kekosongan atau kelangkaan bahan pokok yang berdampak terhadap kenaikan harga barang.
“Dengan perkembangan dunia perikanan, kita investasi sudah mulai membaik, pemerintah daerah bagaimana pelabuhan-pelabuhan dan bandara kita ini bisa mensupport, agar setiap Minggu ada terjadi rotasi. Atau pelayaran-pelayaran yang masuk sehingga kontribusi atau distribusi barang terus terjaga. Makanya dengan alasan itu, kita bisa menghentikan tol laut supaya membuka peluang untuk kapal reguler kapal transportasi umum, kargo untuk beroperasi di kabupaten kepulauan Aru,” tutup Kaidel.