Sidak Dapur MBG, Wawali Ambon Temukan Bahan Makanan Kadaluarsa

Sidak Dapur MBG, Wawali Ambon Temukan Bahan Makanan Kadaluarsa

Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta--

MALUKU.DISWAY.ID – Pastikan seluruh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi standar, Wakil Walikota (Wawali) Ambon, Ely Toisuta melakukan sidak di sejumlah dapur MBG di kota Ambon. Dalam sidak itu, Wawali temukan bahan makanan kadaluarsa dan tidak memenuhi standar gizi. 

Sejumlah dapur MBG yang ditinjau yakni kawasan Belakang Kantor PLN Diponegoro (Jalan A. Husein), Poka, serta kawasan Cendekia. 

Wawali juga meninjau SD Xaverius dan mendengarkan keluhan dari para siswa, tentang kualitas MBG yang mereka makan nasinya sering lembek, ompreng bau, serta sayur yang kurang baik. 

Kepada wartawan, Wawali menyebutkan, dari hasil pantauan di lapangan, terdapat beberapa dapur yang menyajikan porsi makanan dengan kadar yang dinilai terlalu sedikit. Bahkan tampilan makanan untuk siswa SD belum sesuai dan perlu dibedakan dengan penyajian siswa SMP maupun SMA.

“Dalam sidak tersebut juga ditemukan adanya bahan makanan yang sudah kedaluwarsa. Pemerintah langsung melakukan evaluasi dan memberikan teguran kepada kepala SPPG serta penanggung jawab gizi di masing-masing dapur,” tegas wawali, Jumat (13/2/2026). 

“Ini menjadi perhatian serius kami. Pengawasan akan terus dilakukan, termasuk evaluasi terhadap tampilan dan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak,” tambahnya. 

Mantan Ketua DPRD Kota Ambon ini juga menyoroti soal aspek kebersihan dapur terutama terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dimana beberapa dinilai masih perlu melakukan pembenahan terhadap sistem pembuangan limbah, meski secara umum kondisi dapur terlihat baik. 

Menurutnya, masalah pendistribusian MBG juga harus menjadi perhatian pihak terkait. Karena ditemukan  di salah satu sekolah, MBG baru tiba setelah siswanya pulang sekolah. “Jadwal pengantaran harus disinkronkan dengan jam belajar siswa. Jangan sampai makanan datang ketika anak-anak sudah pulang,” ujarnya.

Dikatakan, sidak yang dilakukan itu sengaja tidak memberitahukan kepada pihak manapun, untuk memastikan bahwa penyediaan MBG benar-benar memenuhi standar gizi, higienitas dan keamanan pangan nasional. “Kalau diberitahu dulu, tentu semuanya sudah dirapikan. Kami ingin melihat kondisi sebenarnya,” tambahnya.

Ia menambahkan, sidak tersebut masih terus akan terus dilakukan bersama Satgas. “Kalau pemerintah tidak turun langsung, kita tidak akan tahu apa yang terjadi di lapangan. Karena itu, pengawasan akan terus kami lakukan demi memastikan pelayanan terbaik bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

Sumber: