Ambon Masih Berkabut, Rahmi Ayu Imbau Warga Pakai Masker dan Stop Bakar Sampah
--
MALUKU.DISWAY.ID – Kondisi wilayah kota Ambon, masih diselimuti kabut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Anggota DPRD Kota Ambon, Rani Rahmi Ayu mengimbau masyarakat untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
Rahmi Ayu menilai, kondisi Ambon yang masih berkabut hingga saat ini, jangan dianggap remeh. Dimana, penggunaan masker sangat penting demi mencegah dan melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Ia juga mengingatkan masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan karena dapat memperburuk kondisi udara dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
"Kita lihat sendiri kota Ambon masih kabut akibat karhutla. Bahkan kebakaran hutan masih terjadi. Maka itu, penggunaan masker di luar rumah sangat penting," terang Rahmi Ayu, saat dikonfirmasi media ini, Rabu (14/10/2026)
Selain mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap bahaya pembakaran, Srikandi PKS ini juga meminta aparat kepolisian bertindak tegas, terhadap pihak-pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, penegakan hukum diperlukan, agar pelaku mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sekaligus memberikan efek jera, agr kejadian serupa tidak terus berulang.
“Mari kita sama-sama menjaga hutan, dan tidak membakar sampah sembarangan. Karena itu juga dapat memperburuk kualitas udara dan membahayakan kesehatan masyarakat," pintanya.
Ia juga berharap, pihak Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease menindak tegas, setiap oknum yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan sengaja.
"Penegakan hukum harus dilakukan agar memberikan efek jera dan mencegah terjadinya pembakaran serupa di kemudian hari," harapnya.
Menurutnya, masyarakat dan seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kota Ambon, dapat berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
Ia juga berharap, masyartidak dapat saling mengingatkan untuk mengonsumsi air minum yang cukup, dan kurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada urusan penting.
"Upaya pencegahan membutuhkan kesadaran bersama, sementara penegakan hukum harus berjalan tegas terhadap pelanggaran yang terbukti dilakukan," tutupnya. (*)
Sumber: