Progres PLTS Terpadu di Wilayah 4 Kepulauan Aru Capai 31,85 Persen ‎

Progres PLTS Terpadu di Wilayah 4 Kepulauan Aru Capai 31,85 Persen  ‎

--

‎MALUKU.DISWAY.ID -  Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah 4 di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, terus dikebut. Hingga pekan ke-10, periode 14–20 September 2026, progres pekerjaan telah mencapai 31,85 persen.

‎Capaian tersebut masih berada di bawah target rencana yang ditetapkan sebesar 37,71 persen, atau terdapat selisih sekitar 5,86 persen dari target.

‎Perkembangan pembangunan proyek tersebut disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Aru, berdasarkan laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan.

‎‎Rilis yang diterima media ini, Kamis (24/9/226), Kadis Kominfo Kabupaten Kepulauan Aru, Armand Walay menyebutkan, proyek yang dikerjakan Kerja Sama Operasi (KSO) PT Gerbang Multindo Nusantara–PT Graha Fatta itu mencakup lima desa, yakni Desa Warialau, Jambu Air, Warabal, Lola, dan Karawai.

‎Masing-masing desa mendapatkan pembangunan PLTS dengan kapasitas berbeda. Desa Warialau memiliki kapasitas 161,7 kWp, Jambu Air 138,6 kWp, Warabal 138,6 kWp, Lola 77 kWp, dan Karawai 107,8 kWp.

‎"Jika seluruh pekerjaan rampung, infrastruktur energi terbarukan tersebut diharapkan dapat memperluas akses listrik bagi masyarakat di lima desa. Sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi bersih di wilayah Kepulauan Aru," terang Armand. 

‎Dijelaskan, berdasarkan hasil evaluasi pekerjaan hingga pekan ke-10, pembangunan di Desa Warialau dan Jambu Air relatif berjalan sesuai jadwal.

‎Sementara itu, pekerjaan di Desa Warabal, Lola, dan Karawai masih mengalami keterlambatan. Keterlambatan terutama terjadi pada pekerjaan sipil power house serta proses pengiriman material ke sejumlah lokasi proyek.

‎Pihak KSO pelaksana telah menyatakan akan melakukan percepatan pekerjaan pada pekan-pekan berikutnya untuk mengejar ketertinggalan dari target yang telah ditetapkan.

‎"Memasuki pekan ke-11, sejumlah pekerjaan yang dijadwalkan meliputi pekerjaan persiapan, galian pondasi modul photovoltaic (PV), pekerjaan sipil power house, serta pemeriksaan dan pengiriman modul PV, " ujarnya. 

‎Selain itu, lanjut Armand, dilakukan pemeriksaan dan pengiriman shelter power house untuk Desa Lola dan Karawai, termasuk pemeriksaan dan pengiriman sistem baterai serta elektrikal power house.

‎Dia juga mengatakan, pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik berbasis energi baru terbarukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

‎“Pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bersama Kementerian ESDM untuk memperluas akses listrik dari energi baru terbarukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik PLN secara memadai,” tandasnya. 

‎Menurutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pembangunan, terutama pada sejumlah lokasi yang masih mengalami keterlambatan.

Sumber: