Tekan Penyebaran Penyakit Menular, Walikota Ambon Minta Dukungan Wamenkes RI
Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena bersama jajaran, audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, di lantai 2 Gedung Kemenkes RI, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (9/3/2026)--
MALUKU.DISWAY.ID - Pemerintah Kota Ambon tengah berupaya untuk menekan penyebaran penyakit menular TBC atau Tuberkulosis di masyarakat. Salah satunya dengan meminta dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), di Jakarta.
Senin, (9/3/2026), Walikota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena bersama jajaran, menemui langsung Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus di gedung Kemenkes, lantai 2, Jalan Rasuna Said, Jakarta.
Dalam audiensi itu, Walikota sampaikan beberapa usulan terhadapan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di kota Ambon. Diantaranya rencana pembangunan Rumah Sakit Pemerintah Kota Ambon untuk melayani warga miskin, perbaikan fasilitas puskesmas hingga penanganan penyebaran penyakit menular TBC.
Kepada wartawan, Walikota mengatakan, ada banyak penyebaran penyakit menular di kota Ambon, salah satunya TBC. Maka itu, Pemerintah Kota Ambon terus berupaya untuk menekan penyebaran tersebut dengan meminta dukungan pemerintah pusat lewat audiensi bersama Wamenkes RI.
"Penyakit menular ini sangat berbahaya kalau tidak diantisipasi. Karena penyebarannya sangat cepat. Maka itu, kaki tadi usulkan untuk nantinya Kemenkes bisa memfasilitasi Pemerintah kota Ambon melakukan upaya pencegahan lewat skrining terhadap penderita, keluarga dan seterusnya," ungkap Walikota.
Mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Provinsi Maluku ini menjelaskan, semua usulan mendapat respon positif dari Wamenkes. Salah satunya kucuran anggaran untuk penanganan penyakit menular pada pertengahan tahun ini.
"Tadi Pak Wamen sudah sampaikan, dalam pertengahan tahun ini ada anggarann yang dikucurkan untuk membantu upaya penanganan TBC di kota Ambon. Mudah-mudahan ini bisa terwujud demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan," pungkasnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan, Kota Ambon, Johan S. Norimarna yang turut mendapingi Walikota bertemu Wamenkes, menyebutkan, setiap tahun kasus TBC di kota Ambon mengalami peningkatan dari 2023-2025.
Sesuai data Dinkes kota Ambon, untuk tahun 2023, kasus TBC diketahui tembus 1935 kasus. Kemudian di tahun 2024 naik di angka 2296 kasus, dan tahun 2025 naik lagi di angka 2244 kasus.
"Dari semua ini, setiap tajun sekitar 20 persen adalah pasien dari luar kota Ambon yang diobati," bebernya.
Dikatakan, Pemerintah Kota Ambon lewat dinasnya terus berupaya melakukan pencegahan lewat sosialisasi dan berbagai edukasi kepada penderita TBC, bahwa penyakit menukar tersebut bisa diobati.
"Dan jika tidak berobat secara teratur, akan menukarkan juga bagi orang sekitar," cetusnya.
Norimarna juga berharap, lewat dukungan anggaran yang dijanjikan Wamenkes atas usulan Walikota Ambon, pihaknya akan bergerak cepat untuk menekan penyebaran TBC.
"Dengan anggaran yang ada serta bantuan x-rah portable, Dinkes kota Ambon akan turun ke desa, kelurahan, dan negeri untuk lakukan pemeriksaan. Baik terhadap pasien itu sendiri maupun kontak serumah dengan pasien," tutupnya.
Sumber:
