Satgas TMMD Gandeng Dinkes Aru Maksimalkan Edukasi KB dan Stunting
--
MALUKU.DISWAY.ID – Sinergitas lintas sektor kembali ditunjukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, lewat Dinas Kesehatan yang berkolaborasi dengan Satgas TMMD ke-127 Kodim 1503/Tual melakukan penyuluhan kesehatan Terpadu di Posyandu Kilometer 8 Kampung Selayar, Desa Durjela, Kecamatan Pulau-pulau Aru, 24 Februari 2026 lalu.
Penyuluhan difokuskan pada edukasi Program Keluarga Berencana (KB), penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pencegahan stunting isu krusial yang masih menjadi tantangan serius di wilayah kepulauan dimaksud.
Komandan Kodim 1503/Tual, Letkol Inf. Andi Agussalim, S.I.P., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-127 melalui Kapolkes Satgas TMMD Letda CKM Bambang menegaskan, TMMD tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik.
“TMMD bukan semata membangun jalan atau fasilitas umum. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran dan kualitas sumber daya manusia. Kesehatan adalah fondasi utama,” tegasnya.
Andi menilai, edukasi kesehatan itu menjadi langkah preventif strategis untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi muda di Aru.
“Dengan pemahaman yang benar soal gizi keluarga, jarak kelahiran, serta pemeriksaan kesehatan berkala, masyarakat diharapkan mampu melakukan pencegahan sejak dini,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha Puskesmas Patijalabil, Julius M. Kobrua, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai, pendekatan langsung kepada masyarakat di wilayah sasaran TMMD sangat efektif dalam menyampaikan informasi yang valid dan terarah.
“Kegiatan seperti ini, sangat membantu kami dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada warga, khususnya terkait pencegahan stunting. Edukasi harus menyentuh langsung masyarakat,” tandasnya.
Dikatakan, dalam penyuluhan tersebut, warga tampak antusias mengikuti materi dan aktif dalam sesi tanya jawab. Topik gizi seimbang, pola asuh anak, hingga pentingnya kontrol kesehatan rutin menjadi diskusi yang paling banyak diminati.
Langkah kolaboratif antara TNI dan Dinkes Aru itu, juga dinilai menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dimana ketika kekuatan pertahanan bersinergi dengan tenaga kesehatan, yang dibangun bukan hanya infrastruktur, melainkan masa depan generasi.
“Jika konsistensi ini terjaga, maka Durjela dan wilayah Dobo sekitarnya tidak hanya akan kuat secara fisik, tetapi juga tangguh secara kualitas manusia. Dan disitulah makna pembangunan sejati dimulai,” pungkas Julius.
Sumber:
