Dishub Kota Ambon Targetkan Penambahan Lokasi Parkiran
Kepala Dishub Kota Ambon, Yan Suitela--
DISWAYMALUKU.ID – Pertahankan capaian retribusi daerah yang melampaui target di tahun 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon targetkan penambahan titik parkiran dari total 27 titik saat ini.
Kepala Dishub Kota Ambon, Yan Suitela, mengatakan, setelah ada penetapan mitra kerjasama untuk pengelolaan parkiran, ada lokasi parkiran yang ditambahkan demi pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun ini.
Namun untuk penambahan lokasi parkiran, kata dia, masih perlu mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya soal keselamatan pengendara. Termasuk memperbaiki sarana dan prasarana salah satunya marka parkir.
“Soal penambahan titik kita targetka ada. Namun masih dievaluasi sambil tunggu proses penunjukan mitra kerjasama ini jalan. Kemudian evaluasi lalu lintas dan ruas jalan juga kemungkinan akan dilihat. Daripada nantinya retribusi parkir dibayarkan ke pihak ilegal. Namun penetapan ini kan memikiki syarat teknis. Dan sarana prasarana yang ada harus dibenahi dulu.
Menurutnya, saat ini pihaknya masih berproses terhadap penunjukan mitra kerja daerah untuk pengelolaan parkiran di tahun ini. Dimana pengumuman telah dibuka sejak Desember 2025 kemarin lewat Website Pemkot Ambon hingga tanggal 16 Januari akhir pekan ini.
“Kita masih tunggu pendaftaran untuk proses lanjut. Sementara pengelolaan parkiran masih lewat pihak ketiga. Dan syaratnya masih sama sesuai Permendagri nomor 22 tahun 2020 tentang Pemilihan Mitra Kerjasama Daerah. Kenapa tidak pakai lelang? Karena beberapa kali kita konsultasi ini tidak menggunakan APBD dan APBN,” ungkapnya.
Disinggung soal nilai kontrak yang ditentukan, Suitela mengakui, nilai per tahun yang harus disetor mitra sebesar Rp 4,5 miliar per tahun untuk retribusi parkir. Dimana nantinya panitia akan menentukan mitra mana yang memenuhi persyaratan sesuai Permendagri dan tawaran tertinggi dari nilai yang ditentukan.
“Kemarin kan 4 miliar, kini kemungkinan naik 4,5 miliar rupiah per tahun. Target kita kemarin kan 100 persen lebih. Karena kita punya tiga objek retribusi yaitu parkiran, kepelabuhanan dan sewa BMD itu juga ada tiga yakni Pelindo dan dua aset lainnya yaitu MCK,” tutup Suitela.
Sumber: