Aksi Demo di Depan Polda Metro, 1 Unit Mobil Polisi Hancurkan Massa

Aksi Demo di Depan Polda Metro, 1 Unit Mobil Polisi Hancurkan Massa

-Dok Antara-

DISWAY.ID - Sebuah mobil polisi dirusak massa aksi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, tepat di depan Markas Polda Metro Jaya dekat pintu masuk kawasan SCBD, Jumat 29 Agustus 2025.

Kerusakan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, diduga dilakukan oleh peserta demonstrasi. Sekitar 40 menit kemudian, kendaraan tersebut berhasil diamankan ke area parkir Polda Metro Jaya.

Mobil berwarna biru dengan tulisan Provos Korps Sabhara itu tampak mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depannya penyok, kaca depan di sisi pengemudi pecah, dan pintu depan terlihat remuk akibat hantaman benda keras.

Sementara itu, suasana di depan Polda Metro semakin memanas. Pada pukul 16.45 WIB, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta berhasil menerobos gerbang masuk. Sejumlah mahasiswa bahkan menaiki pagar dan mendudukinya. Jalan Jenderal Sudirman di sekitar Halte Transjakarta Polda Metro Jaya pun padat dan tertutup massa aksi.

Warga yang melintas ikut berhenti untuk menyaksikan jalannya demonstrasi. Dari atas jembatan penyeberangan orang (JPO), masyarakat tampak memantau kerumunan hingga sekitar pukul 16.30 WIB.

Aksi protes ini sebenarnya sudah disuarakan sebelumnya oleh sejumlah organisasi mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) serta BEM Universitas Indonesia (BEM UI). Mereka menyerukan aksi di depan Polda Metro Jaya sebagai bentuk kekecewaan dan protes atas jatuhnya korban jiwa dalam demonstrasi di depan DPR RI pada Kamis 28 Agustus 2025.

Korban yang dimaksud adalah Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek daring, yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat terjadi bentrokan di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Insiden tersebut pecah ketika polisi berusaha membubarkan massa aksi yang berada di sekitar kompleks parlemen.

Menanggapi hal itu, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat dini hari menyatakan ada tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis dan kini sedang menjalani pemeriksaan internal.

Tragedi yang merenggut nyawa Affan kemudian menyulut aksi susulan. Ratusan masyarakat bersama para pengemudi ojek daring berkumpul dan berunjuk rasa di depan Markas Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, menuntut keadilan dan pertanggungjawaban aparat. *

Sumber: