Bawa Spanduk 'Polisi Pembunuh', Mahasiswa Bobol Gerbang Polda Metro

-Dok Antara-
DISWAY.ID - Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta menerobos gerbang Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, saat menggelar aksi unjuk rasa di depan markas kepolisian tersebut pada Jumat sore.
Dalam orasinya, terdengar teriakan lantang, "Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa," yang dikumandangkan berulang kali.
Aksi itu sempat memanas ketika sekitar pukul 15.55 WIB, massa berhasil membuka gerbang dan masuk ke dalam area Polda Metro Jaya. Para mahasiswa tampak mengenakan jas almamater berwarna hijau, sambil mengibarkan bendera merah putih dan membentangkan spanduk bertuliskan "polisi pembunuh".
Situasi lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di sekitar Halte Transjakarta Polda Metro Jaya, menjadi tersendat karena massa menutup jalan. Hingga pukul 16.30 WIB, terlihat warga yang melintas ikut menyaksikan jalannya demonstrasi dari atas jembatan penyeberangan orang (JPO).
Aksi ini sebelumnya memang sudah diumumkan oleh berbagai kelompok mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan BEM Universitas Indonesia (BEM UI). Mereka menyerukan demonstrasi di depan Markas Polda Metro Jaya sebagai bentuk protes sekaligus menyuarakan kekecewaan atas peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya di kawasan Gedung DPR RI.
Pada Kamis (28/8), seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan (21) meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob dalam kericuhan antara aparat kepolisian dan demonstran di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Kerusuhan itu dipicu oleh upaya polisi membubarkan massa aksi yang berkumpul di sekitar kompleks parlemen. Menyikapi insiden tersebut, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat dini hari mengonfirmasi bahwa ada tujuh anggota Brimob yang diduga berada di dalam rantis tersebut. Saat ini, ketujuh personel itu masih dalam pemeriksaan internal.
Tragedi yang menewaskan Affan lantas memicu gelombang aksi susulan. Ratusan masyarakat bersama para pengemudi ojek online menggelar protes di depan Markas Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, sebagai bentuk solidaritas sekaligus desakan agar kasus ini diusut tuntas.
Sumber: