Gubernur Hendrik Lewerissa: Pembangunan Berbasis Agama Jadi Kunci Kerukunan di Maluku
Gubernur Hendrik Lewerissa: Pembangunan Berbasis Agama Jadi Kunci Kerukunan di Maluku-Dok ANTARA/Dedy Azis-
DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Maluku menetapkan pembangunan masyarakat berbasis agama sebagai strategi prioritas untuk merawat harmoni antarumat beragama di wilayah tersebut. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi utama dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai dan stabil.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri perayaan bersejarah 209 tahun Baptisan pertama serta hari jadi ke-150 Gedung Gereja PNIEL Jemaat GPM Ouw di Pulau Haruku, Maluku Tengah, pada Minggu. Menurutnya, pembangunan keagamaan tidak hanya soal infrastruktur fisik rumah ibadah, tetapi lebih kepada penguatan moral dan kepedulian sosial.
“Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong pembangunan masyarakat berbasis agama agar nilai-nilai ketuhanan, persaudaraan, dan kepedulian sosial menjadi fondasi dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di Maluku,” ujar Hendrik Lewerissa.
Gubernur memuji ketahanan masyarakat Negeri Ouw yang mampu menjaga akar sejarah dan keimanan mereka selama ratusan tahun. Keberadaan Gereja PNIEL selama satu setengah abad dinilai sebagai bukti kuatnya ikatan adat dan agama yang mampu menopang ketahanan sosial masyarakat setempat hingga saat ini.
“Tidak banyak negeri yang mampu menjaga memori iman dan sejarahnya hingga ratusan tahun. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Ouw memiliki fondasi keagamaan dan adat yang kuat, yang harus terus dirawat dan diwariskan,” tambahnya.
Dalam skema pembangunan daerah, Hendrik menegaskan bahwa lembaga keagamaan adalah mitra strategis pemerintah. Melalui kolaborasi ini, diharapkan nilai-nilai toleransi serta ikatan persaudaraan khas Maluku seperti pela dan gandong semakin kuat untuk mencegah konflik sosial. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi demi kelancaran program pemerintah.
“Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan umat beragama menjadi kunci untuk mewujudkan Maluku yang damai, sejahtera, dan berkeadilan,” pungkasnya.
Sumber: