Terpisah, Sekretaris Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku, Muhamad Gurium, mengaku kecewa dengan mandeknya pembangunan dermaga feri tersebut yang nilainya puluhan miliar rupiah. Padahal proyek itu dibuat untuk kepentingan rakyat di MBD, yang notabene adalah daerah kepulauan.
Untuk itu, dia mendesak pihak auditor melakukan audit investigasi terhadap penggunaan anggaran proyek tersebut.
"Kita minta lembaga auditor pemerintah turun eksen di lapangan. Ada APH Kejari MBD yang sudah mengelurkan surat perintah penyelidikan, segera berkoordinasi untuk melakukan audit investigasi terhadap uang miliaran itu. Jika dalam investigasi ditemukan adanya tindakan penyimpangan, jaksa segera mengusut kasus ini sampai tuntas," tegas Gurium.(*)