MALUKU.DISWAY.ID - Politeknik Negeri Ambon (Polnam) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda transisi energi nasional, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Penerapan Iptek Masyarakat Kolaborasi Unggulan Polnam (PIMKUP).
Mengusung inovasi bertajuk KOMBOO (Komposit Bamboo), tim dosen POLNAM menghadirkan Triangle Booth berbasis komposit bamboo, yang dilengkapi panel surya (solar cell) dan sensor gerak. Bantuan ini sebagai sarana pemasaran bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Negeri Ameth, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (20/6/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Polnam, Pemerintah Negeri Ameth, pelaku UKM, dan masyarakat setempat dalam menghadirkan teknologi tepat guna yang mendukung pengembangan ekonomi lokal, sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan.
Penyerahan alat yang dilakukan Polnam secara simbolis, bahkan telah dilakukan sejak Kamis (2/7/2026) pekan kemarin. Kehadiran booth tersebut, mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari masyarakat Negeri Ameth. Dengan harapan, bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas sarana usaha bagi pelaku UKM dengan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan efisiensi energi.
Raja Negeri Ameth, Wempi Dirk Perinussa, saat dikonfirmasi media ini, Senin (6/7/2026), memberikan apresiasi atas kontribusi nyata Polnam dalam menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Triangle Booth menjadi fasilitas yang sangat dibutuhkan pelaku UKM untuk menampilkan dan memasarkan berbagai produk unggulan Negeri Ameth secara lebih tertata, menarik, dan profesional.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini karena tidak hanya menghadirkan fasilitas usaha yang representatif, tetapi juga memperkenalkan teknologi yang memanfaatkan potensi lokal dan energi terbarukan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk-produk UKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," terang Perinussa.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Ambon, M.A.F. Haurissa, S.T., M.Eng., menegaskan, kegiatan penelitian dan pengabdian yang didanai melalui PNBP Tahun 2025 ini, memiliki makna strategis karena menjadi bukti bahwa hasil pembelajaran di perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Hasil pembelajaran di kampus bukan cuma di atas kertas, tetapi juga harus dapat langsung dinikmati masyarakat di Kecamatan Nusalaut. Kegiatan penelitian jangan hanya berupa laporan, tetapi riset harus menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi dan kontribusi nyata para peneliti Polnam kepada tujuh negeri yang ada di Kecamatan Nusalaut," harapnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan inovasi yang aplikatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sekaligus mendukung program prioritas nasional, termasuk pengembangan energi baru terbarukan dan ekonomi hijau.
Ketua Tim Pengabdian Polnam, Jefrie Malakauseya menjelaskan, KOMBOO merupakan inovasi yang menggabungkan material komposit bambu dengan teknologi energi terbarukan. Pemanfaatan bambu sebagai bahan utama dipilih karena mudah diperoleh, ramah lingkungan, memiliki nilai ekonomis, serta mendukung pemanfaatan sumber daya lokal.
“Melalui teknologi komposit, bambu memiliki kekuatan, ketahanan, dan umur pakai yang lebih baik dibandingkan penggunaan secara konvensional,” imbuhnya.
Keunggulan utama Triangle Booth, sambungnya, terletak pada penerapan panel surya (solar cell) sebagai sumber listrik mandiri. Energi matahari dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan listrik booth sehingga tidak bergantung pada jaringan listrik konvensional. Selain lebih hemat biaya operasional, penggunaan energi surya juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pengurangan emisi karbon dan pemanfaatan energi bersih.
“Booth ini juga dilengkapi sensor gerak (motion sensor), yang memungkinkan sistem pencahayaan menyala secara otomatis saat terdapat aktivitas di sekitar booth dan padam ketika tidak ada pergerakan. Teknologi tersebut meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus memberikan kemudahan operasional bagi pelaku UKM,” papar Jefrie
Selain membangun fasilitas, tim POLNAM juga memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai teknologi komposit bambu, pemanfaatan energi surya, perawatan sistem booth, serta pengelolaan sarana usaha yang lebih modern.