Desain Erasth Jansen So Juarai Sayembara Logo dan Maskot Kongres XL GMKI

Desain Erasth Jansen So Juarai Sayembara Logo dan Maskot Kongres XL GMKI

--

MALUKU.DISWAY.ID - Proses panjang pencarian identitas visual untuk Kongres XL Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), akhirnya menghasilkan pemenang. 

Dari 28 karya yang mengikuti Sayembara Logo dan Maskot Kongres XL GMKI, desain karya Erasth Jansen So berhasil meraih nilai tertinggi dan dinobatkan sebagai pemenang.

Pengumuman pemenang itu, disampaikan oleh dua anggota dewan juri, Dr. Hengky Sopacua, S.Pd., SH., MH dan Charisma Frans, S.Kom, didampingi Wakil Sekretaris Panitia Kongres Jimmy Pieter Papilaya, Ketua Koordinator Divisi Humas dan Protokoler Panitia Jafri Taihutu, serta Wakil Sekretaris BPC GMKI Ambon Yondry Siletty di Siwabessy 26 GMKI Cabang Ambon, pada Rabu, (8/7/2026).

Ketua dewan juri, Hengky Sopacua, lewat rilisnya kepada media ini, Kamis (9/7/2026) menjelaskan, proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kemampuan desain manual sekaligus mengidentifikasi kemungkinan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam setiap karya.

Menurutnya, penilaian difokuskan pada empat aspek utama, yakni kesesuaian dengan tema Kongres XL GMKI, originalitas karya, kualitas tampilan visual, serta filosofi kedaerahan yang mencerminkan identitas Maluku.

"Di zaman sekarang AI saja tidak cukup. Karya-karya anak bangsa yang lahir dari talenta memiliki nilai yang sangat luar biasa," ujar Sopacua.

Ia menyebutkan, maskot yang dipilih itu harus mampu menjadi ikon Kongres XL GMKI dengan mengangkat potensi daerah dan kearifan lokal Maluku.

"Maskot merupakan ikon atau identitas Kongres XL GMKI. Karena itu harus didasarkan pada potensi daerah dan kearifan lokal Maluku," tegasnya.

Sopacua mengungkapkan, seluruh karya yang masuk memiliki kualitas yang baik. Bahkan, dari 28 peserta terdapat sekitar 10 karya yang dinilai sangat layak menjadi pemenang. Namun, berdasarkan hasil penilaian akhir, karya Erasth Jansen So memperoleh nilai tertinggi, yakni 87.

Logo karya Erasth memadukan berbagai simbol khas Maluku dan nilai-nilai Kristiani, seperti Perahu Belang, Baileo, budaya Maluku, serta simbol Salib yang memancarkan cahaya sebagai representasi iman dan semangat pelayanan.

Sementara maskot yang diberi nama Burung Nuri Raja digambarkan sedang menabuh tifa sebagai simbol suara perdamaian dari Tanah Maluku. Maskot tersebut juga merepresentasikan kepemimpinan, persaudaraan, serta kesiapan masyarakat Maluku menyambut pelaksanaan Kongres XL GMKI Tahun 2027.

"Maskot tersebut juga merepresentasikan seorang pemimpin yang siap menyatukan seluruh potensi GMKI di Maluku maupun di seluruh Indonesia dalam semangat damai, persaudaraan, dan pelayanan," jelas Sopacua.

Di kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Panitia Kongres XL GMKI, Jimmy Pieter Papilaya, mengatakan penyelenggaraan Kongres XL GMKI Tahun 2027 bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Kota Ambon dan Provinsi Maluku sebagai laboratorium harmonisasi kehidupan sosial di Indonesia.

Selain itu, kongres diharapkan mampu menarik perhatian pemerintah pusat dan publik nasional terhadap percepatan pembangunan di Maluku.

Sumber: