Evaluasi Penurunan Stunting, Lisa Tegaskan Pentingnya Kerja Kolaboratif Lintas Sektor

Evaluasi Penurunan Stunting, Lisa Tegaskan Pentingnya Kerja Kolaboratif Lintas Sektor

--

MALUKU.DISWAY.ID - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Ambon, kembali melakukan rapat evaluasi, guna menurunkan stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. 

Rapat evaluasi yang dipimpin langsung Ketua TPPS Kota Ambon, Lisa Wattimena, ini berlangsung di ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon, Kamis (23/4/2026). 

Dalam paparannya, Lisa menegaskan, pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor dalam menurunkan angka stunting di Kota Ambon. 

Dirinya mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, untuk tidak hanya menyalahkan instansi tertentu seperti Dinas Kesehatan maupun BKKBN. Melainkan lebih fokus pada upaya pencegahan dan intervensi terhadap faktor-faktor determinan penyebab stunting.

“Selama ini jangan hanya saling menyalahkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita serius melakukan pencegahan dan intervensi terhadap faktor penyebab stunting,” tandasnya. 

Lisa turut mengapresiasi, adanya tren penurunan angka stunting di kota bertajuk Manise ini, meski belum signifikan. 

Menurutnya, penurunan sekecil apa pun tetap menunjukkan adanya upaya nyata dari seluruh pihak. “Walaupun turun satu atau dua persen, itu sudah menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan berjalan,” sebutnya. 

Istri Walikota Ambon ini juga menyoroti, pentingnya peningkatan partisipasi TPPS di tingkat kecamatan, desa/negeri, hingga kelurahan. 

Dirinya meminta, agar setiap kegiatan, khususnya rapat evaluasi di tingkat bawah, didokumentasikan dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja.

“Kalau ada rapat evaluasi di desa atau kecamatan, tolong didokumentasikan dan dilaporkan. Kami butuh bukti bahwa penanganan stunting dilakukan secara serius,” pintanya. 

Lisa menekankan, pentingnya sinkronisasi data antar perangkat daerah. Ia menilai, perbedaan data antara OPD, Bappeda, dan TPPS masih menjadi kendala dalam menentukan intervensi yang tepat.

“Masalah utama kita ada di data. Harus ada data by name by address yang jelas, termasuk faktor penyebab stunting, agar intervensi bisa tepat sasaran,” terangnya. 

Dijelaskan, perlunya pemisahan data antara anak stunting yang merupakan warga Kota Ambon dan yang berasal dari luar daerah.

Sehingga para kader posyandu dan petugas kesehatan untuk mendata identitas orang tua, termasuk KTP, guna memastikan validitas data.

Sumber: