Kepulauan Aru Raih Juara II Lomba 10 Program PKK Tingkat Provinsi

Kepulauan Aru Raih Juara II Lomba 10 Program PKK Tingkat Provinsi

--

MALUKU.DISWAY.ID -  Kurang diperhitungkan lantaran berada di wilayah pinggiran, Kabupaten Kepulauan Aru akhirnya membuktikan diri mampu bersaing dengan 10 kabupaten/kota lainnya di Maluku. 

Lewat lomba 10 Program Pokok Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) tingkat Provinsi, yang diadakan dalam memperingati Hari Kesatuan Gerak ke 54, Kabupaten Kepulauan Aru berhasil meraih juara II. 

Prestasi itu bukan sekadar kemenangan administratif, melainkan penanda bahwa kerja-kerja pemberdayaan di daerah terpencil dibawah kepemimpinan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel dan wakilnya Mohamad Djumpa, mampu bersaing secara nyata di tingkat provinsi. 

Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Aru, Klaudiya Amerika Kaidel menyebutkan, hasil tersebut bahkan di luar perkiraan mereka.

“Ini di luar dugaan kami. Tapi ini bukti bahwa apa yang dikerjakan kader di lapangan tidak sia-sia,” terang Klaudiya, Jumat (17/4/2026). 

Penilaian yang menempatkan Kepulauan Aru di posisi kedua itu, tidak lepas dari peran Desa Lola sebagai lokus evaluasi. 

Desa itu, dinilai berhasil menerjemahkan 10 Program Pokok PKK secara konkret dan berkelanjutan di tengah berbagai keterbatasan.

Menurut Klaudiya, capaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa desa-desa di wilayah kepulauan memiliki kapasitas yang sama jika diberikan kesempatan dan dinilai secara objektif.

“Jangan ada lagi anggapan bahwa karena jauh lalu kualitasnya diragukan. Kini, Desa Lola sudah membuktikan sebaliknya,” tandasnya. 

Dirinya juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam proses penilaian ke depan, agar seluruh daerah memiliki peluang yang adil tanpa bias geografis.

“Kalau indikatornya jelas dan penilaiannya jujur, maka siapa pun bisa maju. Ini yang harus dijaga," pesannya.

Keberhasilan ini, sambungnya, diharapkan menjadi titik balik bagi desa-desa lain di Kepulauan Aru untuk lebih aktif mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis PKK.

“Ini harus jadi motivasi. Kita tidak boleh berhenti di sini. Desa lain harus ikut bergerak dan menunjukkan potensi mereka,” katanya.

Klaudiya menilai, dibalik capaian itu, ada peran besar kader PKK yang bekerja dalam keterbatasan sarana, namun tetap konsisten menjalankan program di tingkat keluarga hingga desa. “Ini hasil kerja bersama. Para kader bekerja tanpa banyak sorotan, tapi dampaknya nyata,” tutupnya.

Sumber: