Bupati Aru Lantik 183 PPPK Tahap II Formasi 2024
Foto bersama Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, dengan seluruh PPPK yang telah diambil sumpah dan janji, Selasa (10/2/2026)--
AMBON, DISWAY.ID- Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, melantik 183 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Formasi Tahun 2024, Selasa (10/2/2026).
Pelantikan berupa pengambilan sumpah dan janji PPPK terebut digelar di Lantai 2 Gedung BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru.
Turut hadir pada acara tersebut, diantaranya, Wakil Bupati Kepulauan Aru Mohammad Djumpa, Sekretaris Daerah Kepulauan Aru Yacob Ubyaan, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Kaidel mengatakan, sumpah janji pegawai negeri sipil bukan sekedar seremonial, melainkan satu kewajiban yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.
"Sumpah janji pegawai negeri sipil merupakan salah satu kewajiban yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan, yang diwujudkan dalam pernyataan kesanggupan untuk melakukan suatu keharusan dan tidak melakukan suatu larangan bagi setiap pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja," terang Kaidel.
Pada kesempatan itu juga, Kaidel memberikan instruksi kepada seluruh PPPK yang baru dilantik.
"Setelah kegiatan ini, saudara-saudara yang bertugas di kecamatan dan desa agar segera kembali dan melaksanakan tugas dengan lebih baik, karena langkah-langkah penegakan disiplin akan segera dilakukan, termasuk ASN yang bertugas di kota Dobo dan sekitarnya," katanya.
Selain itu, dia meminta PPPK yang baru dilantik agar terus meningkatkan kompetensi dan bekerja secara maksimal sesuai tugas pokok dan fungsi, untuk melayani masyarakat.
"Jaga sikap dan perilaku atau kode etik sebagai Aparatur Sipil Negara dengan tidak mengkonsumsi miras, narkoba, tidak terlibat dalam praktek prostitusi atau seks bebas dan perjudian termasuk menghindari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)," terangnya.
Dia juga mengintruksikan, agar PPPK yang baru dilantik menghilangkan paham-paham primordial politik praktis dan sentiment-sentimen tertentu yang cenderung memecah belah persatuan dan kesatuan. "Daerah ini adalah milik kita Bersama, mari kita satukan kekuatan kita dalam satu perahu untuk bersama mendayung dengan satu nahkoda menuju kehidupan masyarakat cerdas, sehat dan sejahtera," tegasnya.
Tak kalah penting dari instruksi itu, Kaidel meminta PPPK agar membiasakan pola hidup bersih dan sehat di kantor, rumah dan lingkungan masing-masing. "Ini agar masyarakat merasakan nilai positif dari kehadiran kita ditengah-tengah mereka," pungkasnya.
Sumber:
