Aneh! 5 Bulan Usai Musda, DPD Hanura Maluku Belum Miliki Kantor Sekretariat

Aneh! 5 Bulan Usai Musda, DPD Hanura Maluku Belum Miliki Kantor Sekretariat

Pelaksanaan Musda IV DPD Hanura Maluku yang berlansung pada 30 Agustus 2025 lalu--

AMBON, DISWAY.ID – Usai menunjuk mantan wakil gubernur Maluku, Barbanas Nathaniel Orno, sebagai Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku lewat Musyawarah Daerah (Musda) IV pada 30 Agustus 2025 lalu, partai besutan Oesman Sapta Odang (OSO) itu belum juga memiliki kantor sekretariat partai di Maluku.   

Tak hanya itu, para pengurus DPD Hanura Maluku yang telah terpilih dalam Musda kemarin, belum juga dilantik hingga saat ini. Sementara Ketua dan sekretaris terpilih Soleman Layn, belum memberikan kepastian terkait rencana pelantikan pengurus dan keberadaan kantor baru. 

Sumber kepada media ini, Selasa (3/2/2026) menyebutkan, selama ini para pengurus partai saling bertemu di beberapa rumah kopi, untuk mempertanyakan rencana pelantikan pengurus DPD Hanura Maluku periode 2025-2030. 

Menurutnya, setiap partai politik harus memiliki kantor sekretariat sesuai amanat Undang-undang nomor 2 tahun 2011 (perubahan atas Undang-undang nomor 2 tahun 2008), tentang Partai Politik. Bahwa partai politik wajib memiliki kantor tetap. 

Juga dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang mengatur tata cara verifikasi partai politik yang mencakup persyaratan kantor tetap. 

“Sudah 6 bulan DPD Hanura Maluku tidak punya kantor sekretariat. Para kader juga belum dilantik, padahal sudah enam bulan. Teman-teman di partai hanya bisa ketemu ngobrol di kafe-kafe atau rumah kopi, ini kan aneh,” sesalnya.  

Dikatakan, jika dalam waktu enam bulan tidak dilakukan pelantikan pengurus dan memiliki kantor, maka keputusan menetapkan ketua dan sekretaris beserta pengurus partai harus dibatalkan. Yakni dengan melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk memilih ketua dan pengurus yang baru. 

“Waktu Pak Barnabas Orno waktu ditunjuk sebagai Ketua DPD Hanura Maluku, beluau sudah berjanji akan segera mencarikan kantor dan melantik pengurus DPD terpilih. Tapi faktanya hampir enam bulan belum juga ada pergerakan. Teman-teman pengurus juga sering tanya ke ketua dan sekretaris setiap rapat, tapi tidak ada arahan apa-apa,” herannya.

Ia berharap, DPP Hanura bisa melihat persoalan ini dan memberikan keputusan apakah harus dilakukan Musdalub untuk mencari ketua dan sekretaris DPD yang baru atau tidak. 

“Pastinya kita para kader dan simpatisan yang ada ingin membesarkan partai. Namun dengan persoalan ini, kami harap ada sikap dari DPP apakah harus dilakukan Musdalub atau bagaimanaj. Kalau memang yang terpilih tidak mampu, ya dicari pemimpin yang benar-benar mau membesarkan partai ini,” pungkasnya. 

Tempat terpisah, Sekretaris DPD Hanura Maluku terpilih, Soleman Layn, saat dikonfirmasi media ini via WhatsApp, belum juga merespon, hingga berita ini dipublis.

Sumber: