BRMP Maluku Perkuat Sinergi Lintas Sektor Guna Pacu Produksi Beras Daerah Tahun 2025

BRMP Maluku Perkuat Sinergi Lintas Sektor Guna Pacu Produksi Beras Daerah Tahun 2025

Beras bulog -dok Bulog-

DISWAY.ID  – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku terus bergerak memperkuat sistem pertanian daerah guna memacu produksi beras secara signifikan. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan Maluku mampu mandiri secara pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Kepala BRMP Maluku, Gunawan, menegaskan bahwa kunci utama dari peningkatan produksi ini terletak pada kekompakan seluruh lini sektor pertanian. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi fondasi utama dalam memperluas areal tanam serta mengadopsi teknologi pertanian yang lebih maju di Bumi Raja-Raja.

“Peningkatan produksi tidak terlepas dari sinergisitas berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, penyuluh, hingga petani. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, dan mendorong penerapan teknologi pertanian yang lebih baik,” ujar Gunawan di Ambon, Sabtu 10 Januari 2026.

Kerja keras tersebut mulai membuahkan hasil yang terlihat dari proyeksi produksi beras tahun 2025 yang diperkirakan mencapai 57,55 ribu ton. Angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup impresif sebesar 6,52 ribu ton atau sekitar 12,78 persen jika dibandingkan dengan total produksi tahun 2024 yang tercatat di angka 51,03 ribu ton.

Dalam upaya mencapai target tersebut, BRMP Maluku fokus pada perbaikan infrastruktur dan penyediaan sarana produksi yang memadai. Selain itu, pendampingan intensif di lapangan terus diperketat guna memastikan setiap program berjalan sesuai rencana. Pemerintah juga aktif mendorong petani untuk beralih ke metode budidaya modern, seperti penggunaan benih unggul, pengelolaan irigasi yang lebih baik, hingga manajemen hama terpadu agar petani lebih tangguh menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

Tak hanya soal cara tanam konvensional, implementasi teknologi pertanian digital kini turut menjadi prioritas. Penggunaan alat deteksi cuaca, sensor pengukur kadar air lahan, hingga sistem informasi tanam mulai diperkenalkan agar petani dapat mengambil keputusan yang lebih akurat dan efisien dalam mengelola lahan mereka.

“Kami juga sedang menunggu pusat mengeluarkan target luas tambah tanam untuk tahun ini. Kita tentunya terus berupaya untuk meningkatkan pertanian di Maluku,” tambah Gunawan menjelaskan langkah ke depan.

Sebagai bagian dari strategi pengawasan, petugas penyuluh ditugaskan untuk melakukan pemantauan berkala di pusat-pusat produksi beras. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi potensi masalah secara dini sehingga risiko gagal panen bisa ditekan seminimal mungkin. Melalui penguatan sistem ini, Maluku diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu lumbung pangan utama di kawasan timur Indonesia dalam jangka panjang. *

Sumber: