Gubernur Maluku Ajak Semua Pihak Bersatu Redam Konflik Arbes Ambon
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa -Dok Pemprov Maluku-
DISWAY.ID - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak seluruh elemen masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan menangani konflik yang kembali pecah di kawasan Arbes, Kota Ambon, tepatnya di sekitar Kampus UIN Abdul Muthalib Sangadji (UIN AMSA).
Ajakan tersebut disampaikan Hendrik Lewerissa saat menggelar pertemuan di Ambon, Sabtu 27 Desember, bersama tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta unsur pengamanan dari Polda Maluku dan Kodam XV/Pattimura.
Pertemuan itu juga dihadiri Bupati Seram Bagian Timur dan Wali Kota Ambon sebagai bentuk sinergi lintas unsur pemerintahan.
“Kami telah mengundang tokoh agama dan tokoh pemuda untuk bertemu di Polda Maluku dalam rangka menyikapi peristiwa konflik yang terjadi di sekitar Kampus UIN Abdul Muthalib Sangadji,” kata dia.
Dalam pertemuan tersebut, Hendrik menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh kepada Polri dalam memulihkan kondisi keamanan sekaligus menegakkan hukum secara tegas namun tetap terukur.
Ia menilai konflik di kawasan Arbes merupakan kejadian berulang yang tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan keamanan semata. Oleh karena itu, diperlukan penanganan menyeluruh yang mencakup aspek hukum, keamanan, serta pendekatan sosial kemasyarakatan.
Hendrik juga menekankan bahwa proses penetapan tersangka harus mengikuti mekanisme hukum yang berlaku dan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.
“Sebagaimana kita ketahui, untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka dibutuhkan minimal dua alat bukti yang sah. Jika alat bukti itu sudah diperoleh, saya yakin kepolisian akan menetapkan tersangka. Sampai saat ini, kepolisian masih memburu pelaku,” katanya.
Ia menyadari adanya desakan dan harapan masyarakat agar para pelaku segera diproses secara hukum. Meski demikian, Hendrik meminta publik untuk tetap mempercayakan seluruh proses tersebut kepada kepolisian.
“Kami memahami harapan publik. Karena itu, mari kita percayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur Maluku juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi memicu ketegangan baru.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terhasut oleh berita yang tidak faktual. Sumber informasi resmi yang menjadi rujukan adalah dari Polda Maluku,” ujarnya.
Sebelumnya, insiden tawuran antarkelompok pemuda di kawasan Arbes, Negeri Batu Merah, Kota Ambon, mengakibatkan sedikitnya dua orang harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena panah dan bacokan parang.
Salah satu korban mengalami luka panah di bagian dada, sementara seorang mahasiswa UIN AMSA Ambon menderita luka bacokan parang di pergelangan tangan kiri.
Sumber: